Monday, January 9, 2012

DUC IN ALTUM:



Introduksi tentang Sosio-Gereja


Keterlibatan Gereja di dunia modern tidak bisa dilepaskan dari Sejarah Keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus Kristus. Memasuki abad 21 ini, Gereja ditawarkan dengan banyak kemungkinan evangelisasi. Evangelisasi yang dibutuhkan juga harus memperhatikan modernitas. Dalam pembukaan Hari Orang Muda sedunia, Paus Johannes Paulus II berkata “Gereja tidak memberikan harapan yang kosong!”. Melalui artikel ini, kita akan melihat akar permasalahan Gereja di abad 21 ini.
Gereja yang berziarah di awal abad pertengahan
            Sebelum Yesus Kristus naik ke Surga, ia memberikan pesan terakhir yaitu untuk mewartakan kebenaran yang telah ‘diperintahkan’ oleh Yesus untuk dilakukan (bdk. Mat 28:20). Kita mengetahui, bahwa mereka bertekun didalam pengajaran dan pemecahan roti bersama. Merekalah jemaat-jemaat perdana, dan membentuk suatu communio atau umat di dalam suatu perkumpulan basis. Communio ini harus menghadapi guncangan budaya dan permasalahan. Gereja mampu bertahan sejauh ini karena rahmat Kristus sampai dengan hari ini. ‘Gereja’ yang berada di dalam perkembangan jaman menurut Redemptoris Missio memiliki 3 misi yang utama. Yaitu, yang pertama adalah misi ad gentes. Misi ad gentes diperuntukan untuk daerah-daerah yang belum mengenal Kristus sebagai penyelamat dunia. Yang kedua adalah misi pastoral diperuntukan untuk gereja-gereja yang sudah mengimani Yesus. Tujuannya yaitu memantapkan akar-akar Kristiani yang sudah berkembang di tengah umat, agar iman Kristiani tersebut tidak pudar. Yang terakhir adalah misi Evangelisasi baru, membawa suatu perubahan batin dengan pertobatan sejati. 3 hal inilah yang mendasari tugas gereja atau missio pasca Konsili Vatikan II sampai dengan hari ini.
            Hubungan antara communio dan missio saling melengkapi, karena missio dipahami sebagai tugas dari communio dan communio membutuhkan missio, supaya tetap berpegang pada tujuan awal. Salah satunya adalah misi pastoral. Misi pastoral menunjukan keterlibatan gereja di dalam karya-karya sosial gereja. Di dalam Dokumen Konsili Vatikan II, Ad Gentes menegaskan secara jelas bahwa karya misioner ditujukan juga bagi orang-orang yang berbeda agama, agar karya Allah lewat penebusan umat manusia ditunjukan secara nyata lewat tindakan sosial. Gereja yang berkarya di dunia tidak bertujuan menciptakan suatu gerakan sosial politik, tetapi bertujuan sebagai karya keselamatan. Hal ini diwujudkan secara nyata di dalam paroki kita yaitu di dalam Seksi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi), Micro Finance, dan Ketenagakerjaan
            Dapat kita lihat bahwa, Gereja secara aktif ada untuk Gereja dan masyarakat, agar kedalaman batin manusia menjadi nyata di dalam aksi sosial bersama masyarakat. Aksi sosial membuat kita bertolak ke tempat yang dalam (Duc In Altum) sebagai wujud evangelisasi baru abad ke 21. Karena Gloria Dei Vivens Homo, Allah hadir dalam manusia.

No comments:

Post a Comment