Thursday, December 20, 2012

Kasih dan Gereja



            Pelayanan korban merapi terlebih di Seminari Kentungan memang sudah lama berlalu. Mungkin kita kebingungan. Pernahkah seminari menjadi tempat pengungsian. Pernah, dan itu terjadi! Ketika saya mengingat kisah ini, kisah ini memiliki hubungan dengan gereja dan pelayanan kasih. Mengapa ini terkait? karena dalam kisah mengenai pelayanan kasih di seminari, menjadi nyatalah peran Gereja di dalam kasihnya dan perbuatan terhadap masyarakat. Buku yang menjadi saduran yaitu Dasyatnya Merapi tidak Sedasyat cintaMu (kalangan terbatas)
            Salah satu kalimat dalam buku itu, yang ditulis oleh rektor seminari dikutip sebagai berikut. “Terima kasih. Inilah laboratorium nyata, bak hadiah jatuh dari langit... bleg, tanpa persiapan dan ulem-ulem. Inilah pembelajaran seperti sekolah Yesus.” Dari kata-kata ini, kita melihat betapa berharganya suatu peristiwa merapi dan pembelajaran bagi Gereja untuk berkarya. Karya mencakup interaksi dan juga interaksi pastilah dimiliki oleh setiap manusia sosial (homo socius) Interaksi yang terjadi merupakan kebutuhan setiap manusia, kebutuhan ini menjadi unsur dalam diri manusia. Dan kalau kita dihadapkan pada masalah sosial yang ada, keinginan berbuat pasti ada karena conscience kita terusik.
            Melihat buku ini sekilas, kebanyakan dari para frater mengucapkan syukur karena ini terjadi. Lah kenapa bisa syukur? karena makna reflektif yang bisa diambil dari spontanitas kisah-kisah. Bahkan dari semuanya, walupun telah mengorbankan waktu pendidikan (semester kuliah), tenaga, makanan, tempat tidur, mereka tetap mensyukuri karena unseen hand, terlebih wajah Kristus benar-benar tampak di dalam pelayanan mereka. Mereka melihat Allah yang berkarya. Kita mengingat ucapan Mother Teresa “Ketika saya melihat orang kusta, saya melihat ALLAH.”
            Dari sini, kita bisa melihat bahwa Gereja ikut berusaha mengusahakan pelayanan sendiri di dalam Gereja dan juga di luar Gereja. Apa yang dikorbankan dalam tubuh Gereja tidak akan kembali, tetapi menghasilkan buah yang lebih besar. Dalam, analogi buku ada kata, tremendum et Fascinosum, yaitu kehadiran Tuhan yang benar-benar menggetarkan dan mempesona. Dan hal itu terjadi.
            Sebagai penutup, mengapa kasih dan Gereja terkait? Kalau kita melihat seluruh kisah penyembuhan Yesus, hal pertama yang menggerakan yaitu kasih. Kasih menjadi penyebab seluruh karya penyelamatan Yesus. Bahkan dua perintah utama yang harus ditaati yaitu kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati kita dan dengan segenap jiwa kita dan dengan segenap akal budi kita. dan yang kedua yaitu kasihilah sesama kita manusia seperti diri kita sendiri (bdk. Mat 22:39). Sudah jelas, bahwa kita harus mengasihi sesama dan tugas Gereja bertujuan untuk saling mengasihi. Ad Maioreim Dei Gloriam

No comments:

Post a Comment